
Lelaki itu berjalan mondar-mandir di depan kamar. Sesekali dia duduk di kursi kayu yang ada di dekatnya, namun beberapa detik kemudian dia berdiri lagi, berjalan mondar-mandir sambil memainkan jari tangannya. Mulutnya komat-kamit melafalkan doa-doa, matanya hanya tertuju pada dua tempat, kalau tidak pintu kamar di depannya ya jam tua yang ada di dinding seberangnya. Langkahnya […]