Yuk, Mengenal Daging! part 4: Daging Ayam Bangkai
Pada tulisan kali ini saya akan berbagi mengenai daging bangkai ayam. Memang sudah menjadi isu yang cukup menggelisahkan tentang daging bangkai ayam yang beredar di masyarakat. Masih banyak juga orang awam yang belum bisa membedakan mana daging yang segar dan mana daging bangkai. Semoga tulisan saya ini cukup bermanfaat setidaknya untuk memberikan gambaran tentang daging bangkai.
Apa yang dimaksud daging bangkai? Daging bangkai merupakan daging yang berasal dari hewan yang mati tanpa disembelih. Daging bangkai yang banyak beredar adalah daging bangkai ayam. Lalu apa saja ciri-ciri daging bangkai pada ayam?
- Warna lebih gelap
Daging ayam bangkai berasal dari ayam yang darahnya tidak keluar sama sekali sehingga kandungan hemoglobin sangat tinggi yang mengakibatkan warna daging berpotensi lebih gelap.
- Konsistensi lembek
Konsistensi yang tidak kenyal atau lembek ini disebabkan karena pada ayam bangkai telah mengalami proses rigor mortis saat mati dan telah mencapai tahap dekomposisi.
- Bau anyir dan terdapat lendir
Terbentuknya lendir lengket pada permukaan daging akibat pertumbuhan massa bakteri dan lepasnya struktur protein daging.
- Lebih cepat busuk
Daging bangkai mempunyai jumlah awal bakteri dengan pola pertumbuhan yang lebih cepat sehingga semakin cepat mengalami pembusukan.
- Warna setelah pemasakan lebih coklat tua
Setelah proses pemasakan mioglobin akan berubah menjadi senyawa berwarna coklat, sehingga daging segar akan berwarna coklat dan daging ayam bangkai akan berwarna coklat tua setelah proses pemasakan.
Ciri-ciri di atas adalah penampakan yang dapat dilihat oleh mata. Namun, kadang masih belum dapat dipastikan apakah daging yang kita periksa tersebut merupakan daging bangkai atau bukan. Oleh karena itu, bisa dilakukan uji bangkai dengan larutan durante.
Apa itu larutan durante? Larutan durante awalnya ditemukan oleh dosen Kesmavet FKH UGM sebagai larutan uji pada sapi untuk melihat pengeluaran darah yang tidak sempurna. Larutan durante yang mengandung Malachite Green (berwarna hijau) akan berkompetisi dengan Hb untuk mengikat oksigen. Pada daging sapi yang darahnya tidak keluar sempurna, oksigen terikat dengan hemoglobin sehingga malachite green tetap berwarna hijau (malachite green bila berikatan dengan oksigen akan berwarna biru).
Prinsip yang sama digunakan untuk menguji daging ayam bangkai. Pada ayam bangkai, kandungan Hb masih tinggi karena darah tidak dikeluarkan, sehingga Hb berikatan dengan oksigen menyebabkan malachite green tidak berikatan dengan oksigen dan tetap berwarna hijau.
Sayangnya pada sapi uji durante ini hanya bisa untuk melihat pengeluaran darahnya sempurna atau tidak, tidak bisa untuk menguji daging bangkai karena kadar Hb pada sapi yang terlalu banyak. Sehingga uji bangkai dengan durante hanya dapat dilakukan untuk daging ayam. Sayangnya lagi, uji ini tidak semua orang bisa melakukan, uji ini bisa dilakukan contohnya di laboratorium Kesmavet. Untuk penjelasan lebih lengkap tentang uji ini akan saya share di part selanjutnya mengenai uji pemeriksaan daging.
Demikian sedikit penjelasan mengenai daging bangkai. Semoga tulisan ini sedikit membantu teman-teman pembaca supaya terhindar dari daging bangkai yang beredar di masyarakat oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab. Karena jelas daging bangkai itu haram bagi seorang muslim, jadi hendaknya kita menghindarinya.

